Senin, 10 Oktober 2016

Makrab

Oke gw Anwar dan gw punya sedikit cerita tentang ritual untuk mengakrabkan para mahasiswa baru dengan teman seangkatan dan para mahasiswa yg mendahului kami yg biasa disebut KATING (baju gw banyak katingnya...!) yg biasa disebut makrab. Makrab biasanya identik dengan yang namanya jalan-jalan atau rekreasi dengan teman seprodi atau sejurusan dengan para kating yg dipanitiai para katingnya lagi.

Soal jalan-jalan emang gw ga terlalu suka sebenernya apalagi kalo perjalanan yang rada jauh karena ada sebuah faktor biologis yang ga terlalu bisa gw tahan, p!p!s. Trauma itu bermula waktu gw lulus sd, gw ama temen-temen yang waktu itu yang sama-sama berhasil melewati UN jalan-jalan ke ciater di daerah Jawa barat dan perjalanan dari Depok ke lokasi butuh waktu sekitar 10-11 jam. Waktu berangkat sih ga ada masalah apa-apa tapi tragedi dimulai waktu kita mau pulang, waktu itu gw naik bis duluan karna ga mau tempat gw dijajah orang tapi apesnya beberapa menit sebelum bis jalan gw pengen p!p!s,
Karena emang dulu rada parnoan orangnya jadi gw ga bilang kalo gw kebelet pepsi karna gw berfikir kalo gw ngomong nanti gw diturunin gitu aja trus ditinggal (entah gimana caranya gw bertahan hidup dengan pemikiran seperti itu dulu?),jadi gw berusaha bertahan dengan penuh keringat dan air mata supaya gw ga kelepasan pepsi.
Pikiran gw mulai tenang pas gw inget kalo bis ini berenti sebentar disuatu tempat yang ada kamar toiletnya dan saat itu gw mulai merasa tenang, tapi ketenangan gw berubah jadi kepanikan ketika bis yang gw tumpangi melewati tempat pemberhentian itu dengan jumawanya.

Udara terasa semakin dingin pas semakin deket dengan tujuan, kera-bat gw yang duduk disamping gw memerhatikan gw dari tadi (mungkin dia heran kenapa gw cuma ngeringkuk di samping jendela sedangkan yang lain sibuk dengan kebodohan masing-masing)."aa' kebelet ya?" sepertinya cuma dia yang mengerti gw saat ini dan dengan sisa chakra yang tersisa gw berusaha mengangguk."hahahahahahahaha!" kamvret malah ketawa (ingat orang di sekitarmu belum tentu baik bagimu). Dan usaha gw menemukan titik terangm, tujuan akhir udah mulai keliatan, tapi "ssrrrrrr...) tiba-tiba sebuah aliran yang cukup deras mengalir tanpa kendali membuat sebagian kursi bis terasa hangat dan semoga ga ada yang tau kejadian ini (lu kira di blog ga ada yang baca?).

Ya itulah sebagian kisah pahit (dan hangat) tentang jalan-jalan, dan sedikit masukan kalau ada makrab lagi, mungkin bisa di adakan di burjo atau angkringan terdekat supaya tidak terlalu jauh dan tidak terlalu membutuhkan banyak biaya. Dan sekian dari gw wassalamu'alaikum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar